Sabtu, Disember 22, 2012

Diam Itu Lebih Baik


DIAM itu lebih BAIK  
jOm kita baca apa hikmah kalau kita diam..tapi bukan diam maksudnya bisu tau 





Hikmah Yang Terkandung Pada Perbuatan Diam

  • Sebagai ibadah tanpa bersusah payah.
  • Menjadi perhiasan tanpa berhias.
  • Memiliki kehebatan tanpa kerajaan.
  • Membina benteng tanpa pagar.
  • Mempunyai kekayaan budi tanpa meminta maaf kepada orang.
  • Memberi istirehat bagi kedua Malaikat pencatat amal.
  • Menutupi segala aib dan masalah.

  • "Barangsiapa yang banyak ketawa, maka akan sedikit sekali wibawanya"
  • "Barangsiapa yang suka senda gurau, maka dia akan dianggap remeh"
  • "Barangsiapa yang bersikap melampau (berlebih-lebih), maka akan jatuh jatidirinya"
  • "Barangsiapa yang banyak cakap, maka dia akan banyak salah"
  • "Barangsiapa yang banyak salah, maka akan hilang rasa malunya"
  • "Barangsiapa yang hilang rasa malunya, maka kurang sikap wara'-nya (sikap berhati-hati dari perkara dosa)"
  • "Barangsiapa yang sedikit rasa berhati-hati dari perkara dosa, maka akan mati hatinya" [Hilyatul Auliya']


Antara hadis mengenai kelebihan diam bermaksud, "Barangsiapa yang banyak perkataannya, nescaya banyaklah silapnya. Barangsiapa yang banyak silapnya, nescaya banyaklah dosanya. Dan barangsiapa yang banyak dosanya, nescaya neraka lebih utama baginya". [Riwayat Abu Nuaim dalam Hilyatul Auliya']
Bersikap diam juga suatu kebijaksanaan dan keadilan, ilmu dan pengetahuan bahkan ada yang menyebutnya merupakan media pendidikan yang sangat bagus dan telah teruji. Rasulullah S.A.W pernah menasihati Abu Zar R.A, "Hendaknya engkau lebih baik diam, sebab diam itu menyingkirkan syaitan dan penolong bagimu dalam urusan agamamu". [Musnad Imam Ahmad]

Manakala nasihat Amirul Mukminin Umar bin Khattab berbunyi :
Semoga Allah merahmati Khalifah Umar bin Abdul Aziz, ketika beliau berkata, "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu (Salafus Soleh) itu berhenti (tidak bersikap melampau) di atas dasar ilmu dengan penelitian yang tajam (menembus), lalu adakalanya mereka menahan dirinya (dari meneruskan sesuatu perbahasan) sekalipun mereka lebih mampu dalam membahas sesuatu perkara jika mereka ingin membahasnya" [Bayan Fadhli Ilmi Salaf]

Tiada ulasan:

Catat Ulasan